Panduan Membuat Literature Review untuk Tugas Akhir Keperawatan di Akper Belitung
literature review tugas akhir

Panduan Membuat Literature Review untuk Tugas Akhir Keperawatan di Akper Belitung

Menyusun Tugas Akhir atau Karya Tulis Ilmiah (KTI) adalah puncak dari perjalanan akademik mahasiswa keperawatan. Namun, sebelum Anda sampai pada tahap pengumpulan data di lapangan, ada satu bab yang sering kali membuat mahasiswa berhari-hari menatap layar laptop dengan frustrasi: Bab 2 – Tinjauan Pustaka (Literature Review).

Banyak mahasiswa terjebak dalam pola pikir bahwa literature review hanyalah aktivitas “copy-paste” ringkasan dari berbagai jurnal untuk memenuhi kuota halaman. Padahal, dalam dunia keperawatan modern yang berbasis bukti (Evidence-Based Practice), tinjauan pustaka adalah fondasi yang menentukan apakah penelitian Anda relevan, aman, dan inovatif.

Tinjauan pustaka yang baik tidak hanya mendeskripsikan apa yang sudah ditulis oleh peneliti lain, tetapi juga mensintesis, mengkritisi, dan menemukan celah (research gap) yang akan diisi oleh penelitian Anda. Artikel ini mengulas secara komprehensif panduan menyusun literature review untuk Tugas Akhir Keperawatan, ditinjau dari strategi pencarian, teknik sintesis, hingga peran institusi dalam memfasilitasi riset yang bermutu. Informasi lebih lanjut mengenai fasilitas perpustakaan dan bimbingan metodologi institusi dapat diakses melalui Akademi Keperawatan Belitung.


Mengubah Mindset: Dari “Meringkas” Menjadi “Mensintesis”

Kesalahan paling fatal dalam menyusun tinjauan pustaka adalah membuat “daftar belanjaan” atau laundry list.

  • Salah (Meringkas): “Menurut A (2020), kompres hangat mengurangi nyeri. Menurut B (2021), kompres hangat melancarkan sirkulasi. Menurut C (2022), kompres hangat membuat pasien rileks.” (Ini hanya memindahkan kalimat dari jurnal ke kertas Anda).
  • Benar (Mensintesis): “Berbagai studi menunjukkan bahwa kompres hangat efektif dalam manajemen nyeri non-farmakologis. Mekanisme utama yang mendasari efektivitas ini adalah vasodilatasi pembuluh darah yang meningkatkan sirkulasi lokal (B, 2021) dan relaksasi otot (C, 2022), yang secara komprehensif menurunkan persepsi nyeri pasien (A, 2020).”

Sintesis berarti Anda menggabungkan ide-ide dari berbagai sumber untuk membangun sebuah argumen yang utuh dan menunjukkan penguasaan Anda terhadap topik tersebut.


Langkah Strategis Menyusun Literature Review Keperawatan

Untuk menghasilkan tinjauan pustaka yang kokoh dan berstandar Evidence-Based Practice (EBP), ikuti langkah-langkah metodologis berikut:

1. Formulasi Pertanyaan Klinis dengan Metode PICO

Sebelum mencari jurnal, Anda harus tahu persis apa yang Anda cari. Dalam keperawatan, gunakan format PICO:

  • P (Patient/Problem): Siapa pasien atau masalahnya? (Misal: Pasien lansia dengan risiko luka tekan).
  • I (Intervention): Apa intervensi keperawatannya? (Misal: Pemberian posisi miring kiri-kanan setiap 2 jam).
  • C (Comparison): Apa pembandingnya? (Misal: Penggunaan kasur udara / air mattress).
  • O (Outcome): Apa luaran yang diharapkan? (Misal: Penurunan insidensi luka tekan).

Dengan PICO, pencarian kata kunci (keywords) Anda akan menjadi sangat tajam dan terarah.

2. Penelusuran Literatur di Database Kredibel

Jangan pernah mengutip dari blog pribadi, Wikipedia, atau artikel berita populer. Gunakan database jurnal ilmiah yang teruji.

  • Database Internasional Utama: PubMed, CINAHL (ini adalah “kitab suci” untuk literatur keperawatan), Scopus, dan Cochrane Library (untuk systematic review).
  • Database Nasional: Garuda (Garba Rujukan Digital), SINTA, dan portal jurnal universitas di Indonesia.
  • Filter Pencarian: Batasi publikasi pada 5 hingga 10 tahun terakhir (misal: 2015-2025) untuk memastikan bukti yang Anda gunakan masih relevan dan mutakhir (up-to-date).

3. Critical Appraisal (Penilaian Kritis) Jurnal

Tidak semua jurnal yang terindeks memiliki kualitas metodologi yang baik. Sebelum memasukkan sebuah jurnal ke dalam tinjauan pustaka Anda, lakukan critical appraisal.

  • Apakah sampelnya representatif?
  • Apakah instrumen pengukurannya valid dan reliabel?
  • Apakah ada confounding bias (faktor pengganggu)? Jurnal dengan metodologi yang cacat tidak boleh dijadikan landasan utama untuk intervensi keperawatan yang berdampak pada keselamatan pasien.

4. Gunakan Matriks Sintesis (Synthesis Matrix)

Ini adalah “senjata rahasia” para peneliti profesional. Buatlah tabel Excel dengan kolom: Penulis & Tahun, Tujuan, Metode, Sampel, Hasil Utama, dan Keterbatasan. Baris adalah jurnal-jurnal yang Anda baca. Dengan melihat tabel ini, Anda akan dengan mudah melihat pola: siapa yang sepakat, siapa yang bertentangan, dan di mana letak gap (kekosongan) penelitian yang bisa Anda isi dengan Tugas Akhir Anda.


Struktur Ideal Tinjauan Pustaka (Bab 2)

Agar alur tulisan Anda logis dan mudah dibaca oleh penguji, susunlah Bab 2 dengan struktur “Corong Terbalik” (dari konsep umum ke spesifik):

  1. Konsep Dasar Masalah (Penyakit/Kondisi): Definisi, etiologi, manifestasi klinis, dan faktor risiko dari masalah keperawatan yang diangkat.
  2. Konsep Asuhan Keperawatan: Pengkajian, diagnosis keperawatan (mengacu pada SDKI, SIKI, dan SLKI PPNI jika di Indonesia), intervensi, implementasi, dan evaluasi.
  3. Konsep Intervensi / Variabel Independen: Penjelasan mendalam tentang tindakan atau terapi yang akan Anda teliti (misal: konsep Mindfulness, teknik relaksasi napas dalam, atau formula luka modern).
  4. Mekanisme Fisiologis / Pathway: Bagaimana intervensi tersebut bekerja secara biologis/psikologis dalam mengatasi masalah.
  5. Kerangka Teori dan Kerangka Konsep: Visualisasi alur pikir penelitian Anda.
  6. Hipotesis (Jika Kuantitatif): Dugaan sementara berdasarkan sintesis teori yang telah dipaparkan.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Kesalahan MahasiswaDampak pada Tugas AkhirSolusi Pencegahan
Mengutip dari Buku Teks TuaTeori yang digunakan sudah usang dan tidak sesuai dengan standar praktik klinis terkini.Prioritaskan jurnal ilmiah 10 tahun terakhir. Gunakan buku hanya untuk definisi dasar yang memang tidak berubah.
Plagiarisme TerselubungHanya mengubah satu atau dua kata dari kalimat asli penulis (parafrase buruk). Terdeteksi oleh Turnitin.Baca jurnal, tutup jurnalnya, lalu tulis ulang dengan bahasa dan pemahaman Anda sendiri. Tetap cantumkan sumbernya.
Tidak Menggunakan Reference ManagerDaftar pustaka berantakan, format tidak konsisten, dan rawan kesalahan sitasi.Wajib gunakan Mendeley, Zotero, atau EndNote sejak hari pertama menyusun draf.
Hanya Mengandalkan Jurnal NasionalKurangnya kedalaman analisis dan perspektif global terhadap masalah keperawatan.Pastikan minimal 20-30% dari total referensi berasal dari jurnal internasional bereputasi.

Peran Akper Belitung dalam Mendukung Riset Berbasis Bukti

Menyusun tinjauan pustaka yang komprehensif bukanlah tugas yang bisa diselesaikan dengan mudah tanpa dukungan infrastruktur dan bimbingan yang memadai. Menyadari pentingnya Evidence-Based Nursing, Akademi Keperawatan Kabupaten Belitung menyediakan ekosistem yang memfasilitasi mahasiswa dalam mengakses dan mengolah literatur global:

🔹 Akses Database Jurnal Berlangganan Kampus menyediakan akses terpusat ke berbagai database jurnal kesehatan internasional dan nasional melalui perpustakaan digital institusi, memastikan mahasiswa tidak terkendala paywall saat mencari artikel full-text.

🔹 Workshop Manajemen Referensi dan Plagiarisme Pelatihan rutin mengenai penggunaan software Mendeley/Zotero dan teknik parafrase untuk menghindari plagiarisme (Turnitin). Hal ini memastikan integritas akademik dan kerapian sitasi dalam setiap draf Tugas Akhir.

🔹 Klinik Metodologi dan Evidence-Based Practice (EBP) Sesi konsultasi khusus di mana dosen pembimbing membantu mahasiswa menerjemahkan masalah klinis yang mereka temukan saat praktik rumah sakit menjadi pertanyaan PICO, serta memandu mereka melakukan critical appraisal jurnal.

🔹 Fasilitas Co-Working Space dan Diskusi Kelompok Penyediaan ruang diskusi yang nyaman dan terhubung dengan jaringan internet berkecepatan tinggi, memungkinkan mahasiswa untuk berdiskusi, melakukan peer-review draf tinjauan pustaka, dan saling menyempurnakan sintesis literatur mereka.

Melalui dukungan sistemik ini, Akper Belitung memastikan bahwa setiap Tugas Akhir yang dihasilkan bukan sekadar syarat kelulusan, melainkan sebuah karya ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan dan berkontribusi pada pengembangan ilmu keperawatan. Informasi lebih lanjut mengenai fasilitas perpustakaan, panduan penulisan ilmiah, dan jadwal bimbingan metodologi dapat diakses melalui laman resmi Akademi Keperawatan Belitung.


Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Berapa jumlah minimal jurnal yang harus saya kutip untuk Tugas Akhir D3 Keperawatan?

Meskipun setiap program studi memiliki kebijakan yang sedikit berbeda, standar umum yang baik untuk D3 Keperawatan adalah minimal 15 hingga 20 referensi utama. Pastikan 70-80% di antaranya adalah jurnal ilmiah (bukan buku atau sumber internet non-akademik), dan mayoritas diterbitkan dalam 5-10 tahun terakhir.

Bagaimana cara membaca jurnal bahasa Inggris dengan cepat jika kemampuan bahasa Inggris saya pas-pasan?

Jangan baca dari kata pertama sampai terakhir! Gunakan metode AIMRaD:

  1. Baca Abstract (untuk tahu gambaran umum dan hasil).
  2. Lompat ke Introduction paragraf terakhir (untuk tahu tujuan penelitian).
  3. Baca Methods (hanya untuk tahu desain dan sampel).
  4. Baca Results dan Discussion (untuk tahu temuan utamanya). Jika Anda menemukan istilah medis yang sulit, gunakan kamus kedokteran atau terjemahan, namun pahami konteks kalimatnya secara keseluruhan.

Apa yang harus saya lakukan jika semua jurnal mengatakan hal yang sama dan saya tidak menemukan Research Gap?

Jika tidak ada gap pada hasil penelitian, carilah gap pada metodologi atau populasi. Misalnya, semua meneliti efek relaksasi napas dalam pada pasien dewasa di Rumah Sakit. Gap Anda bisa berupa: meneliti efek yang sama pada populasi lansia di Panti Werdha, atau menggunakan metode pengukuran yang berbeda (misal: menggunakan skala nyeri observasional untuk pasien yang tidak bisa berkomunikasi).

Apakah saya boleh mengutip dari skripsi atau tesis kakak tingkat?

Sangat tidak disarankan. Skripsi dan tesis adalah karya ilmiah yang belum tentu melalui proses peer-review ketat seperti jurnal. Jika Anda ingin mengutip penelitian kakak tingkat, cari tahu apakah penelitian mereka sudah dipublikasikan menjadi artikel di jurnal ilmiah. Jika sudah, kutiplah versi jurnalnya.


Penutup: Tinjauan Pustaka adalah Peta Jalan Anda

Menyusun literature review untuk Tugas Akhir Keperawatan memang melelahkan. Anda akan menghabiskan berjam-jam menatap layar, membaca abstrak yang rumit, dan menyusun matriks sintesis. Namun, percayalah, setiap jurnal yang Anda baca dan setiap paragraf yang Anda tulis sedang membangun fondasi bagi Anda untuk menjadi perawat yang tidak hanya bekerja berdasarkan “kebiasaan”, tetapi berdasarkan bukti sains yang teruji.

Ketika Anda nanti berdiri di hadapan penguji dan ditanya, “Mengapa Anda memilih intervensi ini?”, tinjauan pustaka yang telah Anda susun dengan susah payah itulah yang akan memberikan Anda kepercayaan diri untuk menjawab dengan lantang dan berdasar.

Kepada mahasiswa tingkat akhir Akper Belitung: jangan takut pada tumpukan jurnal. Buka satu per satu, baca abstraknya, dan biarkan ilmu dari seluruh dunia itu mengalir ke dalam pemikiran Anda. Anda sedang tidak hanya menulis Tugas Akhir; Anda sedang belajar bagaimana menjadi perawat profesional yang selalu haus akan kebenaran dan kemajuan.

Prinsip penutup: Keperawatan yang unggul lahir dari rasa ingin tahu yang tidak pernah padam dan kerendahan hati untuk terus belajar dari bukti-bukti yang telah ditemukan oleh sesama ilmuwan